Bismillahirrahmanirrahim....السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sebuah laman yang ingin dihiasi dengan bunga-bunga mawar yang indah mewangi, berpagarkan duri yang menjadi benteng bagi melindungi keindahan si bunga daripada tercemar nilainya...




Monday, 1 September 2008

1 Ramadhan 1429H





SEGALA puji hanya bagi Allah, Tuhan sekelian alam. Selawat dan salam kepada junjungan Nabi Muhammad s.a.w, keluarga serta sahabat-sahabat baginda..

Alhamdulillah dapat memulakan dan menyempurnakan puasa di hari pertama bulan Ramadhan tahun ni...syukur ke hadrat Allah SWT yang memanjangkan usia dan memberi peluang kepada diriku dan keluarga serta sahabat2ku untuk melakukan ibadah puasa di tahun Hijrah ini...

Semalam dan hari ni banyak sms yang dikirim dan diterima sempena menyambut kedatangan bulan yang mulia...seronok pulak meraikannya di samping berharap dapat mengeratkan sillaturrahim...

Tak seperti tahun-tahun yang terdahulu yang mana Syawal yang lebih ditunggu dan diraikan, sedangkan Ramadhan yang penuh dengan keampunan dan rahmat-NYA dibiarkan datang begitu saja...


~ Marhaban Ya Ramadhan, bulan di mana nafas kita menjadi tasbih, tidur kita menjadi ibadah, amal kita diterima dan doa kita di-ijabah...

~ Ya Allah, di kedatangan bulan barakah ini, muliakan dan sayangi saudaraku ini, bahagiakan keluarganya, sihatkan tubuh badannya, berkati rezekinya, kuatkan imannya, berikan kenikmatan ibadah, jauhkan fitnah, suburkan benih keIslaman, dengan penuh nikmat kasih sayang-MU...

~ Jadikan Al-Quran teman sejati, Zikrullah penghibur hati, Solat sebagai pendinding diri, Taqwa baja di taman hati, Semoga sentiasa di dalam lindungan Illahi...


Itu antara sms-sms yang diterima...semoga Allah SWT memperkenankan kesemua doa-doa yang dikirimkan keluarga dan kawan-kawan...dan semoga keampunan, rahmat dan redha Allah SWT bagi kami semua untuk kebaikan dunia dan akhirat..


"Ya Allah, panjangkan umur kami dalam iman, ampuni lah segala dosa-dosa kami, bimbinglah kami ke jalan yang diredhai-Mu dan berikanlah kekuatan kepada kami supaya dapat kami melakukan amal ibadah dengan sempurna, sepertimana yang Engkau kehendaki"...amiin.


Wassalam.



Read More...

Sunday, 31 August 2008

Ramadhan Al Mubarak






Khutbah Nabi saw Menyambut bulan Ramadhan


Wahai manusia! Sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya hari-hari yang utama, malam-malamnya malam-malam yang paling utama, dan saat-saatnya saat-saat yang paling utama.


Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu dihitung sebagai tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Tuhanmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah embimbingmu untuk melakukan puasa dan membaca kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini.


Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakan orang yang lebih tua dari kamu, sayangi yang lebih muda, sambungkanlah tali persaudaraan, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal dipandang dan pendengaran dari apa yang tidak halal didengar. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.



Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu-waktu shalatmu karena itulah saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih sayang. Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.



Wahai manusia! Sesungguhnya dirimu tergadai oleh perbuatan-mu, bebaskan dirimu dengan istighfarmu. Punggungmu berat oleh beban-bebanmu, ringankan dengan lamanya sujudmu. Ketahuilah! Sesungguhnya Allah swt bersumpah dengan kemuliaan-Nya untuk tidak menyiksa orang-orang yang shalat dan orang-orang yang sujud, dan tidak mencampakkan mereka ke dalam api neraka pada hari manusia dibangkitkan menuju Tuhan alam semesta.



Wahai manusia! Barangsiapa di antara kamu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diampuni dosa-dosanya yang lalu.



Sahabat bertanya: “Ya Rasulullah, tidak semua kami mampu berbuat demikian”. Rasulullah saw bersabda: Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air, sesungguhnya Allah swt memberi pahala kepada orang yang beramal sekalipun sedikit, jika ia benar-benar tidak mampu melakukan lebih dari itu.”


Wahai manusia!


~ Siapa yang memperindah akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati shirathal mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.


~ Siapa yang meringankan beban pekerjaan pembantu dan pegawainya di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari Kiamat.


~ Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.


~ Barangsiapa yang memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.


~ Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan di bulan ini Allah akan menghubungkan dia dengan kasih sayang-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.


~ Barangsiapa yang memutuskan silaturrahim di bulan ini, Allah akan memutuskan ia dengan kasih sayang-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.


~ Barangsiapa melakukan shalat sunnat di bulan ini, Allah akan mencatat baginya kebebasan dari api neraka.


~ Barang siapa melakukan shalat fardhu, baginya ganjaran 70 kali shalat fardhu di bulan yang lain.


~ Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan.


~ Barangsiapa membaca satu ayat al-Quran di bulan ini, ganjarannya seperti mengkhatam al-Quran pada bulan lainnya.


Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mohonlah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Tuhanmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.


Imam Ali bin Abi Thalib (as) berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulallah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Nabi saw menjawab: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah swt.


Kemudian Rasulullah saw menangis. Lalu aku bertanya: Ya Rasulallah, mengapa engkau menangis?

Rasulullah saw menjawab: Wahai Ali, aku menangisi apa yang akan menimpa dirimu di bulan ini (bulan Ramadhan), seakan aku bersamamu dan engkau sedang melakukan shalat kepada Tuhanmu, kemudian bangunlah seorang yang paling celaka dari dahulu hingga yang terakhir, ia menebas kepalamu sehingga darah mengalir pada jenggotmu.”


Imam Ali (as) bertanya: Ya Rasulullah, apakah hal itu demi keselamatan agamaku?

Rasulullah saw menjawab: “Ya, itu demi keselamatan agamamu.”


Rasulullah saw bersabda: “Wahai Ali, barangsiapa yang membunuhmu, ia membunuhku; barangsiapa yang membencimu, ia membenciku; barangsiapa yang mencercamu, ia mencercaku; karena sesungguhnya engkau di sisiku seperti diriku sendiri, ruhmu dari ruhku, tanahmu dari tanahku; sesungguhnya Allah tabaraka wa ta’ala menciptakan aku dan dirimu, memilih aku dan dirimu, memilihku untuk kenabian dan memilihmu untuk imamah; barangsiapa yang mengingkari imamahmu, ia telah mengingkari kenabianku.

Wahai Ali, engkau adalah washiku, ayah dari keturunanku dan suami dari puteriku; khalifahku untuk ummatku dalam hidupku dan sepeninggalku; perintahmu adalah perintahku, laranganmu adalah laranganku. Aku bersumpah demi Zat yang telah mengutusku dengan kenabian dan memilihku sebagai manusia yang terbaik, sesungguhnya engkau adalah hujjah Allah atas makhluk-Nya, kepercayaan-Nya atas rahasia-Nya, dan khalifah-Nya atas hamba-hamba-Nya.” (Fadhail Al-Asyhur Ats-Tsalatsah, hlm 79)


Wassalam


Read More...

Merdeka! Merdeka! Merdeka!



"Ya Allah...semoga negaraku aman dan merdeka, kurniakanlah kami ketenangan dan kesejahteraan... supaya dapat kami beramal soleh dan jadikanlah kami di antara hamba-hamba-Mu yang beriman...sentiasa diredhai dan diberkati"... amiin...






(Iklan Petronas - Merdeka 2008 - Perpaduan Teras Kejayaan.)






sentimental sikit tahun ni...pagi semalam semasa lalu dekat Dataran Merdeka teringat "band marching" masa Hari Merdeka, semangat patriotik dah ditanam dari dulu....sebelum hari tu kami dah berlatih sampai berbelang-belang muka dan badan..he he he..


"Malaysia kita sudah berjaya..."


~ serius je masing-masing...betapa "toya" dan "seksi"nya zaman2 tu..ha ha ha..



~ semasa "drive" Kembara di K.L , terasa lah seronok nya sebab boleh mengibarkan bendera Jalur Gemilang tanda kemerdekaan...


...tetapi susahnya nak jumpa dah sekarang...itu menyedihkan...




Lagu 'Perpaduan Teras Kejayaan'
Sempena Sambutan 51 Tahun Kemerdekaan

PERPADUAN TERAS KEJAYAAN

INTRO

Kini Semangat Jalan Seiring
Satu Amanah Kerjasama
Jadi Teras Bangsa Mulia
Sehati Sejiwa

Bangun Membantu Agar Sepakat
Moga Terserlah Perpaduan
Agar Teguh Dipersada
Dalam Hidup Harmoni

MUSIC BRIDGE

Sirami Rasa Kasih Sayang
Jadi Benteng Hidup Yang Harmoni
Nurani Ikhlas
Dihati Murni
Menjadi Kekuatan Kita

CHORUS

Bersatu.......Bersatu
Bersatu Gagah Bercerai Rebah
Hindarkan Hasrat Sengketa Kita
Perpaduan Teras Kejayaan

Berpadu......Berpadu
Berpadu Bulat Kata Sepakat
Menjadi Cita Negara Jaya
Perpaduan Teras Kejayaan
Perpaduan Teras Kejayaan
Perpaduan Teras Kejayaan


LAGU CIPTAAN : PAK NGAH

LIRIK CIPTAAN : LOKGHA




Read More...

Thursday, 28 August 2008

Warisan




Teringat menyanyikan lagu ni semasa orientation sebelum ke U.K...bagi menaikkan semangat dan kesedaran kami, apatah lagi bila menyanyikan lagu ni beramai-ramai di dalam dewan yang digelapkan... Setiap kali menyanyikan lagu ni, masih ada rasa berkobar-kobar (all the way deep inside, as Aimy said)




"Semoga bangsaku akan kuat bagi menegakkan agama Islam dan mempertahankan kesejahteraan negara dan semoga Allah SWT memberkati dan melimpahkan rahmat-NYA ke atas negaraku, Malaysia...amiin."



Anak kecil main api
terbakar hatinya yang sepi
air mata darah bercampur keringat
bumi dipijak milik orang

nenek moyang kaya raya
tergadai seluruh harta benda
akibat sengketa sesamalah kita
cinta lenyap di arus zaman

indahnya bumi kita ini
warisan berkurun lamanya
hasil mengalir ketangan yang lain
pribumi merintih sendiri

masa depan sungguh kelam
kan lenyap peristiwa semalam
tertutuplah hati terkunci mati
maruah peribadi sudah hilang

kini kita cuma tinggal kuasa
yang akan menentukan bangsa
bersama berbakti
pulih kembali harga diri

kini kita sudah tiada masa
majulah dengan gagah
janganlah terlalai
teruskan usaha
melayukan gagah dinusantara...

Read More...

Fakta Jalur Gemilang





(JALUR GEMILANG)


Ilham untuk menamakan bendera Malaysia kepada Jalur Gemilang diusulkan Datuk Hashim Mat Idris. Cadangan berkenaan dikemukakan kepada mantan Perdana Menteri, Tun Dr Mahathir pada 11 Julai 1995.


Pada 1 Julai 1996, Urus setia menguruskan nama mengemukakan 75 cadangan berserta ulasan dan huraian. Tiga nama disenarai pendekkan iaitu Setia Perkasa, Seri Setia Perkasa dan Seri Setia Negara. Tiga nama ini bagaimanapun ditolak Jemaah Menteri ketika mesyuarat pada 11 September 1996.


28 nama lagi dicadangkan dan pada 2 Jun 1997, tiga nama dicalon mengikut keutamaan iaitu Jalur Gemilang, Jalur Nusa Gemilang dan Jalur Sinar Gemilang.


Pengisytiharan Jalur Gemilang dilakukan Tun Dr Mahathir, pada 31 Ogos 1997, jam 11.58 di Dataran Merdeka, Kuala Lumpur, sempena Hari Kemerdekaan Malaysia ke-40.


Maksud lambang dan warna;

- Lambang Jalur pada bendera menggambarkan satu laluan lurus, hala tuju dan arah yang sama dianuti rakyat negara ini.

- Gemilang bermaksud bercahaya, terang benderang dan cemerlang. Jalur Gemilang melambangkan kecemerlangan negara dan rakyat Malaysia dalam mengharungi suasana kehidupan dengan penuh gigih, taat dan bersatu padu bagi menjaga nama dan menaikkan imej negara.

- Warna merah pada jalur melambangkan kesanggupan, keberanian, kegagahan dan kegigihan rakyat menghadapi segala cabaran.



- Warna putih melambangkan keluhuran dan keikhlasan.

- Warna biru melambangkan perpaduan hidup yang rukun dan damai.

- Warna kuning melambangkan kesetiaan rakyat kepada Raja dan negara.



Read More...

Sejarah Jalur Gemilang




JALUR GEMILANG yang dilihat sekarang sebenarnya wujud beberapa tahun sebelum negara merdeka. Sejarah sepintas lalu, merekodkan Bendera Persekutuan Tanah Melayu diilhamkan menerusi satu pertandingan mereka cipta bendera peringkat kebangsaan. Pertandingan dikelolakan Jawatankuasa Khas dan dipengerusikan Ketua Setiausaha Negara ketika itu, Sir Alec Newboult dianjurkan bagi mencari lambang kewujudan kerajaan Persekutuan.

Pada 15 November 1949, Jawatankuasa ini mengemukakan 373 reka bentuk bendera kepada Majlis Perundangan Persekutuan untuk pertimbangan dan pemilihan. Daripada jumlah itu, tiga rekaan disenarai pendekkan membabitkan lambang keris bersilang dikelilingi 11 bintang pecah lima manakala rekaan kedua mempertaruhkan reka bentuk hampir serupa kecuali 11 bintang pecah lima membentuk dua bulatan mengelilingi keris bersilang.

Bagaimanapun, rekaan ketiga ciptaan arkitek Jabatan Kerja Raya Johor, Mohamed Hamzah yang menampilkan sebelas jalur biru-putih dengan bulan bintang berwarna putih di bahagian tepi kiri mendapat pilihan majoriti dan perkenan Mesyuarat Majlis Raja-raja yang berlangsung pada 22 dan 23 Februari 1950.




(Surat Hamzah ketika menghantar rekaan bendera Malaysia.)


Sebelum kekal dengan rekaan sekarang, beberapa pindaan dibuat termasuk mengikut cadangan Sultan Kedah yang meminta warna putih bulan sabit ditukar kuning bagi mewakili warna Diraja.

Pada 19 April 1950, Majlis Perundangan Persekutuan menerusi perkenan Majlis Raja-raja Melayu meluluskan usul yang dibentangkan Pemangku Ketua Setiausaha Negara mengenai Bendera Persekutuan Tanah Melayu.

Pada 26 Mei tahun yang sama, bendera itu dikibarkan buat pertama kalinya di Istana Sultan Selangor, Kuala Lumpur. Majlis pengibaran yang berlangsung pada 9.30 pagi itu dihadiri wakil Sultan seluruh tanah Melayu.


Selama 47 tahun digelar Bendera Malaysia, pada kemerdekaan ke-40 pada 1997, namanya ditukar kepada Jalur Gemilang. Nama diusulkan pegawai dari Jabatan Muzium Negara dan Antikuiti, Redzuan Tamin dalam satu peraduan membabitkan pihak tertentu ini berjaya menewaskan 28 cadangan antaranya, Malaysia Raya, N.U.S.A, Mega Sakti, Saga Merah dan sebagainya.




Read More...

Sunday, 24 August 2008

Tilawah Al-Quran








Seri Paduka Baginda Yang di-Pertuan Agong telah berkenan untuk merasmikan Majlis Tilawah Al-Quran Peringkat Antarabangsa Kali Ke - 50 pada 18 Ogos 2008 jam 8.30 malam bertempat di Dewan Konvensyen, Taman Tamadun Islam, Pulau Wan Man, Kuala Terengganu, Terengganu.

Dalam titah ucapan baginda menyeru ke arah dakwah supaya sentiasa berusaha dan berdoa semoga pelbagai pihak terutama generasi akan datang sentiasa sedar akan arah tuju hidup di dunia ini. Umat Islam juga diseru supaya memahami peranan dan amanah sebagai khalifah yang perlu ditunaikan serta bersiap sedia untuk mengharungi serta mengatasi cabaran di abad 21 ini.


Seramai 62 peserta yang mewakili 38 buah negara telah hadir untuk memperdengarkan bacaan masing-masing sempena Majlis Tilawah Peringkat Antarabangsa.




............


(Qariah Malaysia - pada 21hb. Sya'aban 1429H - Sharifah Khasif Fadzilah Binti Syed Mohd. Badiuzzaman mendapat tempat kedua dengan 91.5 peratus.)




................

~ Nazeem n Faraheen pergi pada 19/08/08; Nor, Faraheen and Batrisyia on the 23rd, and on the last night semasa penutup, Nor went with Nazeem...alhamdulillah... :-)


Read More...

Tuesday, 19 August 2008

What i asked...



Read More...

Thursday, 31 July 2008

Israk Mikraj ubat duka Rasulullah




Israk Mikraj ubat duka Rasulullah
Oleh Ibrahim Abdullah



PERISTIWA Israk dan Mikraj adalah mukzijat besar Nabi Muhammad SAW. Menurut jumhur ulama, ia berlaku pada malam Isnin, 27 Rejab tahun ke-11 kenabian bersamaan 622 Masihi dalam usia Baginda antara 51 atau 52 tahun.

Sebelum berlakunya peristiwa itu, Rasulullah SAW berhadapan dengan tahun kesedihan apabila isteri serta bapa saudara Baginda wafat sementara tentangan serta pemulauan oleh kaum Musyrikin semakin hebat.

Israk dan Mikraj adalah kurniaan Allah untuk mengubat duka Rasulullah SAW yang mana sebelum itu Baginda didatangi Jibril bersama Mikail. Dada Nabi dibedah dan dicuci dengan air zamzam serta dimasukkan hikmah (bijaksana), iman, sabar, berani, ilmu, Islam (kepatuhan) dan dicap di belakangnya tanda kenabian dan dijahit semula tanpa sebarang bekas.



Israk ialah perjalanan Nabi SAW pada malam hari dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis dengan Buraq. Ketika mikraj Nabi SAW ke langit, pelbagai peristiwa dilalui Baginda termasuk pertemuan dengan Nabi Adam, Isa, Yahya, Yusuf, Idris, Harun dan Musa.

Israk dan Mikraj adalah teropong analisis yang dianugerahkan Allah kepada Rasulullah SAW untuk melihat gambaran seterusnya menganalisa banyak hal. Tetapi pokok persoalannya ialah manusia dan alam sebagai sasarannya.

Hal ini sesuai dengan firman Allah yang bermaksud: "Untuk memperlihatkan kepadanya tanda kekuasaan dan kebesaran Kami." (Surah al-Isra', ayat 1). Semua itu sebagai iktibar dan pengajaran kepada manusia dan alam sekali gus.

Antara peristiwa yang diperlihatkan ialah petani yang bercucuk tanam segera memungut hasilnya tidak henti-henti (gambaran pahala bagi orang yang berjuang dan bersedekah di jalan Allah) dan bau wangi kubur Masyitah serta anaknya yang berani mati mempertahankan keimanan di hadapan pemerintah zalim.

Manusia yang memecahkan kepalanya sendiri dengan batu iaitu gambaran orang yang kepalanya berat untuk sujud bersembahyang selain manusia bercawat makan rumput dan buah berduri serta bara api kerana tidak mahu mengeluarkan zakat.

Peristiwa lain ialah nanusia berenang dalam lautan darah, dan dilempar dengan batu gambaran orang makan riba atau bunga dan manusia yang menggunting lidahnya sendiri dengan gunting api iaitu gambaran orang pandai bercakap tetapi tidak melaksanakannya.


Firman Allah yang bermaksud: "Sesungguhnya Kami menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Kami kembalikannya serendah-rendahnya (iaitu balasan neraka)." (Surah at-Tin, ayat 4-5).

Melalui peristiwa Israk dan Mikraj, kita dapat melihat beberapa macam kecenderungan manusia ke arah kebajikan dan kejahatan hasil daripada perjalanan hidup mereka di dunia.

Bagi Rasulullah SAW, Israk dan Mikraj semacam lawatan yang sasaran serta pelan tugas sudah ditentukan secara pasti oleh Allah dengan gambaran, dan analisis untuk panduan umat manusia sejagat.


(Berita Harian : 28 Rejab 1430 Hijrah / 31-07-08)


**********************************************************



Read More...

Wednesday, 30 July 2008

Hati bersih mampu lihat kebesaran Israk dan Mikraj



Hati bersih mampu lihat kebesaran Israk dan Mikraj
(Oleh Hafiz Firdaus Abdullah)


Usaha pendidikan, kesedaran, penerapan serta pembetulan mampu menzahirkan kesucian.
"ATAP rumahku dibuka, saat itu aku berada di Makkah. (Malaikat) Jibrail turun dan membedah dadaku, kemudian mencucinya dengan air zamzam. Kemudian didatangkan sebuah bekas dibuat daripada emas yang berisi hikmah dan iman, lalu dituang ke dalam dadaku. Kemudian dadaku ditutup."

Demikianlah diterangkan Rasulullah SAW seperti diriwayatkan al-Imam al-Bukhari. Peristiwa itu berlaku pada malam Israk dan Mikraj, seketika sebelum Baginda menaiki buraq untuk meluncur sekelip mata dari Makkah ke Masjid al-Aqsa di Palestin.

Timbul persoalan, mengapakah perlu dicuci hati Rasulullah SAW sebelum perjalanan itu? Ia adalah satu daripada beberapa rahsia yang boleh disingkap daripada peristiwa Israk dan Mikraj iaitu kelayakan perlu dimiliki hati sebelum dapat meraih keistimewaan bakal Allah berikan kepada tuannya.



Hanya hati yang bersih layak untuk diperlihatkan tanda kebesaran Allah ketika Israk dan Mikraj, manakala hati yang kotor, dicemari kuman kedengkian, buruk sangka, dendam, angkuh, ujub, riak dan sebagainya tidak layak untuk semua keistimewaan itu.

Maka, sesiapa yang menginginkan keistimewaan daripada Allah, hendaklah dia terlebih dulu memerhatikan keadaan hatinya. Peristiwa pencucian hati Rasulullah SAW menerusi pembukaan dada oleh Malaikat Jibrail adalah mukjizat khusus kepada Baginda SAW.

Adapun kita tidak boleh ada satu bentuk pencucian seumpama itu. Pakej pencucian hati 'sekali cuci bersih selamanya' yang ditawarkan individu atau pihak tertentu adalah palsu belaka. Sebaliknya yang boleh dilakukan ialah usaha pendidikan, kesedaran, penerapan dan pembetulan yang dilakukan secara berulang serta berterusan.


Setibanya di Masjid al-Aqsa, Rasulullah SAW mendapati nabi dan rasul sebelum Baginda sedang bersolat di sana, lantas Baginda turut bersolat menjadi imam bagi nabi dan rasul di situ.

Rahsia di sebalik itu disingkap Syaikh Abu al-Hasan 'Ali al-Nadwi: "Nabi solat di belakangnya (Muhammad). Hal ini, pemberitahuan mengenai ciri kesejagatan risalah Baginda, keabadian kepemimpinannya, kepiawaian ajarannya serta kesesuaiannya dalam pelbagai ruang dan masa.

Selepas menjadi imam, Rasulullah SAW Mikraj dari Masjid al-Aqsa ke lapisan langit. Rahsia pertama dapat ditangkap ialah bagi membuktikan kemuliaan Masjid al-Aqsa bagi umat Islam. Rahsia kedua, iaitu sebagai sindiran kepada kaum sebelum itu yang titik paksi mereka ialah Masjid al-Aqsa.

Bumi Palestin ialah tempat diutus beberapa rasul dan nabi sebelum Rasulullah SAW akan tetapi umat setempat menentang ajaran dibawa rasul dan nabi itu. Sudah menjadi ketetapan Allah sesiapa yang menentang ajaran-Nya dan ajaran rasul-Nya, akan dibalas dengan kehinaan. Maka dengan itulah mereka disindir dan dihina, di mana peristiwa Israk dan Mikraj menjadi kebanggaan umat Muhammad dan bukan diri mereka.


Allah berfirman yang bermaksud: "Sesungguhnya orang menentang Allah dan rasul-Nya, mereka tetap ditimpa kehinaan sebagaimana orang terdahulu daripada mereka ditimpa kehinaan." (Surah al-Mujadalah, ayat 5)

Dalam hadis sahih diterangkan setiap kali Rasulullah SAW menaiki lapisan langit yang baru, Baginda bertemu dengan seorang atau lebih nabi. Perkataan pertama diucapkan ialah 'Assalamualaikum."

Oleh itu, ia sepatutnya menjadi ucapan kita sesama umat Islam apatah lagi jika kita ingin melayakkan diri memasuki syurga, kerana Rasulullah SAW mengingatkan: "Berilah makan dan sebarkanlah salam (dengan mengucap Assalamualaikum), nescaya kalian akan mewarisi syurga."

Ketika Mikraj ke langit, Rasulullah SAW menerima perintah pelaksanaan solat fardu. Jika dibandingkan dengan ibadah lain seperti puasa, zakat dan haji, semuanya diperintahkan menerusi wahyu ketika Baginda berada di bumi.

Hanya ibadah solat diperintahkan ketika Baginda berada di langit. Ia sekali gus, menunjukkan bahawa istimewa lagi penting ibadah solat fardu berbanding ibadah lain. Bagaimanapun, atas nasihat Nabi Musa, Rasulullah SAW kembali mengadap Allah untuk meminta pengurangan 50 kali solat sehari hingga akhirnya menjadi lima.

Satu rahsia berharga untuk disingkap, iaitu kesediaan Rasulullah SAW mendengar nasihat Nabi Musa padahal tidak sampai beberapa jam sebelum itu, Baginda menjadi imam kepada Nabi Musa ketika mereka solat di Masjid al-Aqsa.

Seandainya Baginda SAW bersikap angkuh sehingga enggan mendengar nasihat Nabi Musa, nescaya umat Islam dibebani dengan ibadah solat fardu sebanyak 50 kali sehari. Kesediaan dan sifat rendah diri mendengarnya dan kelapangan jiwa melaksanakannya adalah ciri pemimpin berjaya.

Sikap itu membawa manfaat besar kepada dirinya dan orang di bawah pimpinannya. Sebaliknya, sikap angkuh, tinggi diri dan kesempitan jiwa hanya akan membawa mudarat kepada dirinya dan orang di bawah pimpinannya.

Rasulullah SAW juga berjumpa dengan satu kaum yang mencakar wajah dan dada mereka sendiri dengan kuku diperbuat daripada tembaga semasa Mikraj. Rasulullah SAW bertanya: "Siapakah mereka itu wahai Jibrail? Beliau menjawab: Mereka adalah orang yang memakan daging manusia dan menjatuhkan maruah mereka (ketika di dunia dulu)."

Apabila diceritakan pengalaman beliau ketika Israk dan Mikraj, ramai kalangan orang kafir Makkah meragui dan mengingkarinya. Lalu seorang antara mereka yang pernah sampai ke Bait al-Maqdis dan melihat Masjid al-Aqsa ingin menguji sejauh mana kebenaran cerita Rasulullah SAW.

Dia bertanya secara terperinci ciri binaan Bait al-Maqdis. Oleh kerana peristiwa Israk dan Mikraj berlaku agak cepat, Baginda SAW mengalami kesukaran mengingati secara tepat, tetapi kesukaran itu segera dipermudahkan Allah.

Dalam rangka kita memperjuangkan agama Islam, sama ada menyebarkannya atau membelanya, kadangkala kita akan menemui cabaran dan kesukaran. Janganlah berputus asa, tetapkan keyakinan bahawa Allah akan membantu dengan cara tidak disangkakan.

Allah berfirman yang bermaksud: "Wahai orang beriman, jika kamu membela (agama) Allah nescaya Allah membela kamu dan meneguhkan tapak pendirian kamu." (Surah Muhammad, ayat 7)

Tentu saja janji itu dengan syarat kita melakukan segala usaha dan persiapan yang patut kerana Allah mensyaratkan: "Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada pada sesuatu kaum sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri." (Surah al-Ra'd, ayat 11)



(Berita Harian : 30/07/08 bersamaan 27 rejab 1430 Hijrah, sempena Israk & Mikraj.)


Read More...

Friday, 25 July 2008

The Sight of Kaa'bah.








The Sight of Kaa'bah

(Source: Excerpt from a speech of Shaikh Zulfiqar - sacredlearning.com)



One never tires of gazing at the sight of the House of Allah, the Kaa'bah. The site upon which the mercy and blessings of Allah are constantly descending. There is truly nothing comparable to the House of Allah on this Earth. People wish time would stand still so they could keep gazing at the Kaa'bah; their thirst is never quenched, rather it increases.


The blessings of Tawhid descend in Makkah, and the blessings of Prophethood descend in Madinah. One has seen nothing in life if he has not seen these two holy sites. May Allah give all Muslims the opportunity to visit to His House....
(ameen).

*********************************************************************

Read More...

Four Things To Know



Hatim al-Asamm said, "I have chosen four things to know and discarded all other things of knowledge."




"The first is this: I know that my daily bread is apportioned to me and will neither be increased or decreased, so I have stopped trying to add to it."



"Secondly, I know I owe to Allah a debt which no one else can pay for me, so I am busy about paying it."



"Thirdly, I know that there is someone pursuing me ---Death --- whom I cannot escape from, so I have prepared myself to meet him.



"Fourth, I know that Allah is observing me, so I am ashamed to do what I should not."




(Farid ud Din Attar, translation by Andrew Harvey and Eryk Hanut - 'Perfume of the Desert')
****************************************

Read More...

Tazkirah



Sabda Rasulullah S.A.W kepada Mu'adz, "Wahai Mu'adz, apabila di dalam amal perbuatanmu itu ada kekurangan :

· Jagalah lisanmu supaya tidak terjatuh di dalam ghibah terhadap saudaramu/muslimin.

· Bacalah Al-Qur'an

· tanggunglah dosamu sendiri untukmu dan jangan engkau tanggungkan dosamu kepada orang lain.

· Jangan engkau mensucikan dirimu dengan mencela orang lain.

· Jangan engkau tinggikan dirimu sendiri di atas mereka.

· Jangan engkau masukkan amal perbuatan dunia ke dalam amal perbuatan akhirat.

· Jangan engkau menyombongkan diri pada kedudukanmu supaya orang takut kepada perangaimu yang tidak baik.

· Jangan engkau membisikkan sesuatu sedang dekatmu ada orang lain.

· Jangan engkau merasa tinggi dan mulia daripada orang lain.

· Jangan engkau sakitkan hati orang dengan ucapan-ucapanmu.

Nescaya di akhirat nanti, kamu akan dirobek-robek oleh anjing neraka. Firman Allah S.W.T. yang bermaksud, "Demi (bintang-bintang) yang berpindah dari satu buruj kepada buruj yang lain."

Sabda Rasulullah S.A.W., "Dia adalah anjing-anjing di dalam neraka yang akan merobek-robek daging orang (menyakiti hati) dengan lisannya, dan anjing itupun merobek serta menggigit tulangnya."

Kata Mu'adz, " Ya Rasulullah, siapakah yang dapat bertahan terhadap keadaan seperti itu, dan siapa yang dapat terselamat daripadanya?"

Sabda Rasulullah S.A.W., "Sesungguhnya hal itu mudah lagi ringan bagi orang yang telah dimudahkan serta diringankan oleh Allah S.W.T."

Read More...

Tuesday, 1 July 2008

Happy Birthday Faraheen!

Sejak birthday Batrisyia in April, dah lebih dua bulan Faraheen tunggu Che Na siapkan video untuk birthday dia... her mum told me, almost everyday dok mengira hari ni...he he he... tension agak mak nya dengar "Aiing" and adik B berdiscuss..



I had fun doing it, tergelak tengok macam-macam gaya kakak F ni.... hope she likes it , specially made with her request for any lagu Siti to be included dalam her video :-)


Just now when i called her, she told me her mum said tunggu Che Pah n Che Na balik before dapat cake, and bila tanya adik B bagi apa kat kakak.."adik nak bagi bunga tapi tunggu Che Na balik beli kek untuk "Aiing" dulu.."...hehehe....kesian kakak F, kena tangguh...tak pe, insyaAllah Che Na buat kan ye...kalau nak cepat kita beli aje kat kedai nanti! :-)


mmm....problem pulak nak upload video kat sini...panjang sangat agaknya...nantilah Che Na save dalam cd untuk Faraheen..




HAPPY BIRTHDAY to my lovely niece!!


*******************************************




Update(2/7/08) - hehehe.. finally managed to upload the video..a different (and shorter) one..




*******************************************************


Read More...

Monday, 30 June 2008

Tajdid Iman: Tangis insaf, zikir hidupkan jiwa mati - bhgn 1



Tajdid Iman: Tangis insaf, zikir hidupkan jiwa mati
(Oleh Dr Juanda Jaya)


Air mata takut hari pembalasan untuk tambah ilmu lebih mahal daripada isi dunia


DUA belah mata boleh menangis, tetapi hati tetap reda atas ketentuan-Nya. Demikianlah keadaan orang Mukmin yang bersedih. Tawa dan tangis, gembira dan sengsara, nikmat dan ujian semuanya adalah lumrah kehidupan.



Seseorang itu tidak mungkin hanya melalui satu episod dalam kehidupannya, sedih dan menangis untuk selama-lamanya. Semua akan datang dan pergi silih berganti, tiada yang kekal di dunia ini.






Orang beriman berada di atas batas pertengahan, tidak berlebih-lebihan mengungkapkan perasaan yang bergejolak di hati. Inilah yang disebut sebagai jiwa hamba yang zuhud. Apabila mendapat nikmat, tidak terlalu gembira dan jika diserang musibah tidak pula terlalu bersedih. Semua dikembalikan kepada ketentuan Allah semata-mata.



Menangis adalah suatu ungkapan perasaan normal pada diri manusia. Biasanya manusia menangis atas sebab tertentu. Mungkin berduka kerana sudah kembali kepada Allah seseorang yang mereka kasihi. Kerana rindu yang menyeksa kepada orang disayangi.





Begitu juga orang akan menangis apabila menahan sakit, tidak kira sakit kerana dilukai perasaannya ataupun sakit pada zahir tubuh badannya. Orang akan menangis apabila kehilangan harta, diseksa dan dizalimi, diusir atau dihina peribadinya dan dimalukan di khalayak ramai.


Menurut al-Imam Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, tangisan boleh diperincikan menjadi 10 jenis mengikut pelbagai maksud dan tujuan. Tangisan kasih sayang, ketakutan, gembira, kegundahan, cinta dan rindu, kesedihan, tidak berdaya, kemunafikan, orang upahan dan tangisan ikut-ikutan.

Satu tangisan yang istimewa dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-Nya. Tangisan ini tidak bersifat melemahkan semangat, bahkan ia boleh menghidupkan jiwa yang sudah lama mati. Ia tidak mendatangkan rasa putus asa dan kesakitan, bahkan air mata ibarat gelombang membangkitkan rasa optimis, kecekalan dan azam bergelora.


Tangisan itu membawa satu janji untuk hidup lebih bererti dan ia mampu mencelikkan pandangan mata hati meneroka alam lebih jauh lagi. Alam ghaib tidak nampak di mata kasar, hanya hati yang beriman boleh merasai kebenarannya. Tangisan itu dianugerahkan kepada Nabi dan Rasul, syuhada dan orang salih. Mereka berhak mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan, selain perlindungan-Nya.


Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: "Dan seseorang yang berzikir mengingati Allah dalam keadaan sendirian, lalu berlinanganlah air matanya kerana takutkan Allah."

(Hadis riwayat al-Bukhari)




Read More...